Samsung Galaxy A9 Punya 4 Kamera Utama, Benar Berguna atau Cuma Gaya?

JawaPos.com – Samsung resmi memperkenalkan Galaxy A9 terbaru dengan empat kamera belakang sekaligus. Gebrakan Samsung tersebut tentu menjadikannya sebagai vendor pertama di dunia yang menghadirkan smartphone empat kamera utama.

Apa yang dilakukan Samsung mungkin akan mengubah tren smartphone setelahnya. Betapa tidak, banyak yang meyakini bahwa hadirnya kamera lebih dari satu, atau lebih dari dua sekaligus pada sektor penembak utama smartphone, dapat memberikan efek yang nyata.

Ya, apalagi kalau menyangkut kualitas gambar yang dihasilkan. Namun untuk Samsung Galaxy A9 dengan empat kamera utamanya, beneran berguna atau cuma gaya? Berikut JawaPos.com mencoba ulas lebih dalam.

Soal smartphone dengan lebih dari satu lensa utama sebelumnya berhasil dibuktikan kesuksesannya oleh Huawei. Dengan perangkat P20 Pro, Huawei menyematkan tiga buah kamera sekaligus pada bagian belakang sebagai kamera utama.

Huawei hingga kini masih memegang dapuk sebagai smartphone penghasil gambar terbaik. Laman pengujian kualitas DxOMark juga masih menempatkan Huawei P20 Pro di posisi teratas sebagai smartphone dengan kamera terbaik.

Terlepas dari Huawei dengan P20 Pro miliknya yang berhasil mencuri perhatian konsumen hingga vendor kompetitor, kini disusul Samsung Galaxy A9 dengan empat kamera utamanya.

Lantas seberapa perlu menghadirkan multiple camera pada sebuah perangkat smartphone? Jika dua saja cukup, mengapa harus tiga? Jika tiga cukup, mengapa harus empat? Begitu pertanyaan seterusnya.

Bicara smartphone dengan multiple camera, mengutip laman AndroidAuthority, Minggu (14/10), hadirnya kamera lebih dari satu atau seterusnya pada smartphone sebenarnya merupakan siasat untuk memasukan fungsi kamera profesional (konvensional) pada perangkat smartphone.

Kamera konvensional untuk para profesional dengan sensor megapiksel besar dengan banyak kemampuan hanya memiliki satu lensa, namun besar. Hal itulah yang tidak mungkin disematkan pada perangkat smartphone. Karenanya disiasati dengan memperbanyak jumlah kamera atau lensa.

Samsung Galaxy A9, Samsung 4 kamera utama, Samsung Galaxy A9 berguna atau gayaSamsung Galaxy A9. (CNet)

Adapun jumlah kamera tadi kemudian dibagi-bagi fungsinya. Mulai dari pendeteksi kedalaman penginderaan, jarak (tele dan wide) warna, dan fokus. Pada kamera konvensional, dengan bentuk yang selayaknya kamera, hal itu mungkin dibuat tanpa memikirkan aspek desain, dimensi, dan sisi ergonomis. Oleh karena itu, kamera konvensional cukup menggunakan satu lensa berukuran besar.

Namun lensa besar bak kamera konvensional tampaknya tidak berlaku pada sebuah smartphone. Sebagai siasat, para enginer mencanangkan lensa kecil dengan pembagian fungsi, sehingga kualitas gambar bisa setara dengan kamera konvensional. Dari sana kemudian lahir Huawei P20 Pro dengan tiga kamera utama dan Samsung Galaxy A9 dengan empat kamera utama.

Secara teoritis mungkin desain semacam itu agak sulit digunakan. Sebab, perangkat lunak harus lihai beralih di antara semua mode yang berbeda secara otomatis atau menyajikan array opsi yang rumit kepada pengguna.

Perangkat lunak yang bekerja keras pun mesti didukung perangkat komputasi yang mumpuni juga. Hadirnya banyak kamera, membuat smartphone agaknya memiliki jeroan yang mumpuni. Sementara jeroan mumpuni tentu menuntut harga tinggi. Jadi, pembuatan desain multiple camera semacam itu akan sangat mahal untuk tingkat kegunaan yang sangat dipertanyakan.

Pasalnya, setiap kamera sebagian besar akan berfungsi secara mandiri dan konsumen hampir tidak pernah menggunakan sejumlah mode secara keseluruhan. Baik itu wide, tele, kedalaman atau sebagainya. Hadirnya smartphone dengan multiple camera juga memunculkan keraguan serius tentang berapa banyak konsumen akan bersedia membayar untuk fitur seperti itu yang sebenarnya tidak perlu-perlu banget bagi konsumen.

Meski dilematis, hadirnya multiple camera pada perangkat smartphone dari sisi penggunaan atau praktis memang memberikan keuntungan. Huawei P20 Pro misalnya. Dia sudah menawarkan sekilas bagaimana beberapa kamera bekerja sama untuk menghasilkan beberapa hasil yang menarik.

Misalnya tentang teknologi Monokrom dan Zoom-Zoom Huawei. Pertama meningkatkan jangkauan dinamis dari pemotretan biasa dengan menggabungkan data dari RGB standar dan sensor hitam dan putih. Perangkat lunak Hybrid Zoom bahkan lebih ambisius menggabungkan data dari beberapa kamera untuk menghasilkan gambar beresolusi lebih tinggi untuk kualitas zoom yang lebih baik. Contohnya, lensa teleskop 8 MP P20 Pro justru menghasilkan gambar 10 MP pada tingkat zoom 3x dan 5x zoom.

Selain itu, berada lebih dahulu dari Huawei P20 Pro dan Samsung Galaxy A9, yakni smartphone dengan banyak kamera Light L16. Lebih radikal, smartphone tersebut malahan hadir dengan 16 kamera utama sekaligus. Hadrinya Light L16 dan Huawei P20 Pro akhirnya menjawab bahwa multiple camera pada smartphoe memang memberi impact resolusi tinggi dan fotografi fleksibel.

Light L16 asli bekerja dengan cara yang sama, meski dengan beberapa cermin periscopic agar sesuai dengan modul kamera yang disesuakan untuk mengejar desain tidak terlalu aneh. Kamera mengambil data dari beberapa modul 28 mm, 70 mm, dan 150 mm, tergantung pada tingkat zoom.

Hasil akhirnya adalah foto 52 MP besar yang terbentuk dari 10 perspektif yang berbeda, tersedia hingga 5x optical zoom. Bahkan, model konsep lebih baru yang dirancang Light untuk kinerja smartphone antara lima dan sembilan lensa. Hasilnya adalah pengaturan kamera yang mampu mengambil bidikan 64 megapiksel.

Meninggalkan Huawei dan Light L16, apa yang dilakukan Samsung agaknya memang mirip-mirip. Yakni sama-sama ingin memberikan hasil foto yang wah pada perangkat smartphone.

CEO Samsung DJ Koh bahkan berujar bahwa perangkat bikinan mereka memang menyasar para ‘Instagram Generation’. Itu artinya, Samsung Galaxy A9 dengan empat kamera utama memang ingin menjadi perangkat smartphone dengan penembak gambar yang andal.

Samsung Galaxy A9, Samsung 4 kamera utama, Samsung Galaxy A9 berguna atau gayaKemampuan kamera Samsung Galaxy A9. (AndroidCentral)

Pada intinya, ada benarnya bahwa smartphone dengan banyak lensa sebagai siasat menandingi kamera konvensional untuk urusan kualitas gambar. Begitu pun guna menghasilkan gambar resolusi tinggi dengan menggabungkan data dari beberapa lensa kamera. Tentunya ini melalui perhitungan yang rumit.

Jadi, jika ada pertanyaan ‘beneran berguna atau cuma gaya?’, jawabannya tentu keduanya bisa menjadi benar. Berguna karena bisa menghasilkan gambar yang lebih berkualitas meski harus melalui perhitungan rumit.

Sementara ‘cuma gaya’ karena setiap kamera sebagian besar akan berfungsi secara mandiri. Artinya, pengguna tidak pernah menggunakan sejumlah mode secara keseluruhan. Baik itu wide, tele, kedalaman atau sebagainya.

Hasil akhirnya tentu kembali kepada calon konsumen. Sebab, kebutuhan dan kegunaan idealnya ada di tangan mereka sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Samsung Galaxy A9 memiliki kemampuan lensa utama 24 MP (f/1.7), lensa telephoto 10 MP, 2x optical zoom (f/2.4), lensa ultra wide 8 MP (f/2.4) dengan jangkauan sudut pandang 120 derajat, dan lensa kedalaman gambar alias depth 5 MP (f/2.2) live focus. Tak ketinggalan ada sebuah kamera selfie di bagian depan dengan kemampuan 24 MP (f/2.0).

Samsung Galaxy A9 dilepas dengan jeroan bikinan Qualcomm, yakni Snapdragon 660. Pilihan RAM-nya yang terkecil hanya 6 GB, sedangkan yang tertinggi ada 8 GB. Untuk penyimpanan internal atau ROM-nya, hanya tersedia varian 128 GB saja. Jika belum cukup, pengguna nantinya masih bisa mengekspansi ruang simpannya dengan MicroSD hingga 512 GB.

(ryn/JPC)

Realme C1 Vs Xiaomi Redmi 6A: Unggul di Layar, Kamera, dan Baterai

JawaPos.com – Pendatang baru vendor smartphone asal Tiongkok, Realme, resmi mendarat di Indonesia baru-baru ini. Realme datang dengan tiga amunisi sekaligus, yakni Realme 2, Realme 2 Pro, dan Realme C1. Realme pun mengaku pede head to head dengan kompetitornya, Xiaomi dengan Redmi 6A.

Soal kepercayaan diri Realme dengan perangkat C1-nya yang pede menantang Xiaomi Redmi 6A diungkapkan Felix Christian selaku Product Manager of Realme Indonesia. Dalam presentasi saat acara perilisan Realme di Jakarta, Selasa (9/10), dia mengungkapkan bahwa smartphone Realme C1 adalah sebuah definisi ulang dari smartphone entry-level.

“Realme C1 merupakan smartphone yang hadir untuk memberikan warna baru pada jajaran smartphone entry-level. Dengan layar mega display, ini adalah smartphone entry-level pertama dan termurah yang mengenakan layar berponi,” ujar Felix.

Xiaomi Redmi 6A, Realme C1, Xiaomi atau RealmeTabel Spesifikasi Redmi 6A Vs Realme C1 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Beberapa aspek lain yang dibanggakan Realme C1 untuk bersaing dan menjadi lawan berat Xiaomi Redmi 6A adalah desain. Desain body belakang Realme C1 lebih kekinian yang tampak berkilauan dengan warna mentereng. Realme C1 juga sudah mengusung desain layar dengan notch ala smartphone flagship.

Lantas, seberapa besar kehebatan Realme C1 yang menjadi penantang dan penjegal Xiaomi Redmi 6A? Berikut JawaPos.com berikan perbandingannya.

Dapur Pacu

Soal Xiaomi Redmi 6A sebelumnya JawaPos.com pernah membandingkan dengan produk sejenis dengan kelas yang sama. Sebut saja Samsung Galaxy J4 (2018) dan Oppo A71 (2018). Untuk urusan jeroan, antara Realme C1 dan Xiaomi Redmi 6A sejatinya bukanlah pertarungan antara mereka berdua saja. Pasalnya, di tubuh kedua smartphone tersebut tertanam chip dari pabrikan berbeda. Xiaomi mengusung prosesor bikinan MediaTek, sedangkan Realme menggunakan Qualcomm Snapdragon.

Urusan performa, Xiaomi Redmi 6A ditopang chipset quad-core MediaTek Helio A22. Dapur pacu ini menjadi salah satu hal yang paling ditonjolkan Xiaomi. Sebab Redmi 6A dikatakan mengusung teknologi fabrikasi 12 nm untuk chipset yang dibawanya. Xiaomi Redmi 6A disebut sanggup berjalan dengan kecepatan olah data hingga 2.0 GHz.

Sementara untuk produk penantang Xiaomi Redmi 6A, ada Realme C1. Realme C1 menggendong prosesor octa-core 1.8 GHz Snapdragon 450. Snapdragon 450 sendiri masih membawa fabrikasi 14 nm, tidak seperti MediaTek A22 sudah 12 nm yang diklaim lebih cepat mengolah data dan lebih irit daya.

Namun begitu, jumlah inti (core) pada chip Realme C1 dengan Snapdragon 450 membuatnya lebih unggul ketimbang prosesor dari Xiaomi Redmi 6A dengan MediaTek Helio A22. Prosesor dari Realme C1 juga tak kalah hebat dari Xiaomi Redmi 6A dengan kemampuan mengolah data hingga 1.8 GHz.

Masih dari urusan dapur pacu, baik antara Xiaomi Redmi 6A dengan Realme C1 sama-sama hadir dengan kombinasi RAM dan ROM atau internal storage yang sama. Pun dengan kemampuan ekspansi ruang simpannya menggunakan slot MicroSD. Sebab baik Xiaomi Redmi 6A maupun Realme C1, keduanya sama-sama dilepas dengan kombinasi RAM 2 GB dan ROM 16 GB. Ruang simpannya masih bisa diekspansi dengan dukungan MicroSD hingga 256 GB.

Layar dan Kamera

Perbandingan selanjutnya dari kedua smartphone yang JawaPos.com adu di atas adalah dari sisi layar dan kamera. Pasalnya, layar dan kamera juga menjadi salah satu tolok ukur konsumen dalam memutuskan smartphone mana yang ingin dibeli setelah aspek performa.

Dari segi layar dan kamera, Xiaomi Redmi 6A hadir mengemas layar IPS LCD berbentang 5,45 inci dengan resolusi HD Plus (1.440 x 720 piksel). Mendukung kesan kekinian, smartphone ini hadir dengan layar beraspek rasio 18:9.

Sementara dari segi kamera, Xiaomi Redmi 6A hadir dengan single main camera di bagian belakang. Resolusinya sebesar 13 MP (f/2.2) yang disertai LED Flash Light. Untuk bagian depan ada kamera swafoto dengan resolusi sebesar 5 MP (f/2.2).

Bergeser ke produk kedua, Realme C1 membawa layar dengan kemampuan HD Plus (1.520 x 750 piksel). Lebih kekinian dari Xiaomi Redmi 6A, Realme C1 seperti disinggung di atas membawa konsep layar lebih baru dengan notch di atas layarnya. Bentangan layar seluas 6,2 inci berbalut Corning Gorilla Glass 3 sebagai fungsi ketahanan. Material dari layar Realme C1 sendiri adalah IPS LCD dengan screen-to-body fitment 81,2 persen beraspek rasio 19:9.

Melompat ke bagian kamera, pada Realme C1 terdapat dua buah kamera di bagian belakang sebagai penembak utama. Realme C1 membawa kemampuan kamera 13 MP (f/2.2) dan 2 MP (f/2.4) depth sensor yang disertai LED Flash Light. Berada di bagian depan, ada kamera selfie dengan ukuran 5 MP (f/2.2).

Pada aspek layar dan kamera, antara Xiaomi Redmi 6A dan Realme C1 memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun jika rujukannya adalah tren, maka Realme C1 boleh dikatakan menang ketimbang Xiaomi Redmi 6A. Pasalnya layar dengan notch terkesan lebih trendi dan lebih lega, juga tengah menjadi incaran konsumen. Selain itu, kamera Xiaomi Redmi 6A yang hanya berbekal satu buah kamera utama di bagian belakang harus mengakui bahwa jumlah kamera di Realme C1 lebih unggul darinya.

Baterai, Security, dan Harga

Perbandingan terakhir, yang ingin JawaPos.com tilik lebih jauh adalah dari segi baterai, fitur keamanan (security), dan apalagi kalau bukan urusan kantong. Untuk urusan daya baterai, Xiaomi Redmi 6A memiliki kemampuan baterai sebesar 3.000 mAh. Xiaomi Redmi 6A membawa fitur keamanan yang cukup penting, yakni fitur face unlock untuk membuka smartphone dengan sensor pembaca wajah. Bicara harga, Xiaomi Redmi 6A dilepas dengan harga Rp 1,4 jutaan.

Sementara Realme C1, untuk urusan daya baterai lebih unggul ketimbang Xiaomi Redmi 6A, yakni baterai gambot dengan ukuran 4.230 mAh. Kesamaan dengan Xiaomi Redmi 6A, Realme C1 juga membawa fitur keamanan face unlock dan sama-sama hadir tanpa dukungan pemindai sidik jari. Urusan kocek, Realme C1 dengan keunggulan pada sektor desain, layar, kamera, dan baterai ketimbang Xiaomi Redmi 6A, dilepas dengan harga Rp 1,4 jutaan.

Bagaimana, sudah ada gambaran soal siapa yang terbaik di kelasnya untuk smartphone entry level? Mau pilih Xiaomi atau Realme? Jawabannya, itu terserah kamu. Melihat perbandingan spesifikasi yang sudah JawaPos.com buat, silahkan sesuaikan sendiri dengan kebutuhan dan keuangan kamu.

(ryn/JPC)

Ini Spesifikasi Samsung Galaxy A9 Terbaru, Harganya 11 Jutaan?

JawaPos.com – Samsung membuat gebrakan pasar smartphone dunia. Pasalnya, vendor yang belakangan acap diejek kompetitor ini telah membuktikan bahwa mereka bisa membuat inovasi yang bukan sekadar guyonan semata. Ya, Samsung Galaxy A9 yang meluncur dalam sebuah acara di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (11/10) sore.

Acara tersebut sejatinya menjadi momen peluncuran Galaxy A7 yang hadir dengan tiga kamera utama. Namun, pabrikan Korea Selatan (Korsel) itu rupanya juga meluncurkan Samsung Galaxy A9 terbaru yang tampil dengan empat kamera belakang sekaligus.

Untuk Samsung Galaxy A9 sendiri agaknya sudah menjadi topik terhangat belakangan ini. Apalagi kalau bukan karena inovasinya yang terbilang berani. Selain empat buah kamera di bagian belakang ditambah satu buah kamera selfie berukuran besar di depan, Samsung Galaxy A9 juga menarik dari sisi jeroannya. Pun dengan baterainya yang cukup besar.

Samsung Galaxy A9, Samsung Galaxy A9 spesifikasi, Samsung Galaxy A9 hargaSamsung Galaxy A9 jadi smartphone pertama di dunia dengan empat kamera belakang. (AndroidCentral)

Dari segi spesifikasi, Samsung Galaxy A9 dilepas dengan jeroan bikinan Qualcomm, yakni Snapdragon 660. Jeroannya pas dengan segmen market yang dituju Samsung, yaitu kelas menengah ke atas. Soal kemampuan, prosesor Octa-core (4×2.2 GHz Kryo 260 & 4×1.8 GHz Kryo 260)-nya jelas sanggup berjalan cepat. Bersanding dengan chipsetnya, ada pengolah grafis (GPU) Adreno 512 yang bertugas mengolah performa visualnya.

Selain mesin yang terbilang cukup wah, smartphone empat kamera belakang ini juga dijejali dengan ruang simpan yang terbilang lega. Pilihan RAM-nya saja yang terkecil hanya 6 GB, sementara yang tertinggi ada 8 GB.

Untuk penyimpanan internal atau ROM-nya, hanya tersedia varian 128 GB saja. Itu sudah cukup? Jika belum, pengguna nantinya masih bisa mengekspansi ruang simpannya dengan MicroSD hingga 512 GB.

Samsung Galaxy A9 mengusung layar berbentang 6,3 inci dengan panel Super AMOLED. Resolusinya FullHD Plus atau 1.080×2.220 piksel. Jika diukur secara diagonal, layar Samsung Galaxy A9 lebih lega 0,3 inci ketimbang adiknya Galaxy A7 yang diungkap di acara yang sama.

Masih di area layar, Samsung Galaxy A9 memiliki 80,5 persen screen-to-body ratio aspek rasio 18,5:9. Samsung Galaxy A9 memiliki ketebalan 7,8 mm dengan panjang 162,5 mm dan lebar 77 mm, sementara beratnya hanya 183 gram.

Menyoal kamera, seperti yang sudah sempat kami sebut dalam pemberitaan sebelumnya, ada empat buah kamera utama pada bagian belakang. Keempat kameranya terletak di sebelah kiri atas dengan posisi vertikal.

Masing-masing kameranya memiliki kemampuan lensa utama 24 MP (f/1.7), lensa telephoto 10 MP, 2x optical zoom (f/2.4), lensa ultra wide 8 MP (f/2.4) dengan jangkauan sudut pandang 120 derajat, dan lensa kedalaman gambar alias depth 5 MP (f/2.2) live focus. Tak ketinggalan ada sebuah kamera selfie di bagian depan dengan kemampuan 24 MP (f/2.0).

Samsung Galaxy A9 untuk sensornya terbilang lengkap. Sebab, smartphone ini telah mendukung sensor mulai accelerometer, gyro, geomagnetic, hall, proximity, RGB light, hingga fingerprint. Smartphone ini juga telah dibekali NFC seperti seri A pendahulunya untuk kebutuhan transaksi keuangan kekinian. Lainnya ada juga konektivitas termasuk Bluetooth dan USB Type-C.

Saat diperkenalkan, Samsung Galaxy A9 berjalan dengan sistem operasi Android Oreo 8.0. Untuk kebutuhan keseluruhan, Samsung Galaxy A9 ditenagai baterai berkapasitas 3.800 mAh dengan kemampuan pengisian cepat.

Samsung Galaxy A9 disebut siap dipasarkan November mendatang. Namun urusan kocek, Samsung sayangnya belum mengungkap berapa harganya untuk memboyong smartphone empat kamera tersebut. Kendati begitu, sebagai gambaran, harga Samsung Galaxy A9 sudah terungkap di pasar Inggris. Di sana Galaxy A9 empat kamera belakang dilego dengan harga GBP 549 atau sekitar Rp 11 jutaan.

(ryn/JPC)

Honor Magic 2, Smartphone Gahar Kamera Pop-up dan Pengisian Supercepat

JawaPos.com – Petinggi Honor di Tiongkok akhirnya angkat bicara soal kabar smartphone terbarunya. Hal ini setelah ramai di jagat maya bahwa Honor akan menghadirkan smartphone terbaru yang gahar dengan prosesor kirin terbaru dengan nama Magic 2.

Melalui cuitannya di sosial media Tiongkok, Weibo, George Zhao selaku Presiden Honor mengamini bahwa Honor Magic 2 akan meluncur 31 Oktober mendatang. Mengapa smartphone ini dikatakan gahar? Sebab sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Gizmochina, Kamis (11/10), Honor Magic 2 akan membawa chip Kirin generasi terbaru, yakni Kirin 980.

Tidak berhenti di situ, Zhao juga menyebut bahwa Honor Magic 2 akan melenggang dengan hampir 100 persen rasio layar ke tubuh. Hal ini jelas, sebab dalam poster yang beredar, Honor Magic 2 agaknya akan hadir dengan konsep kamera pop-up yang memungkinkannya membuat layar lebih lega tanpa memikirkan posisi kamera depan.

Honor Magic 2, Honor Magic 2 indonesia, Honor Magic 2 kelebihanPoster undangan Honor Magic 2 yang menampilkan desain kamera pop-up. (GSMArena)

Jika dilihat sekilas, Honor Magic 2 mirip dengan Oppo Find X. Kehadiran Honor Magic 2 juga akan bersaing pula dengan Xiaomi Mi Mix 3 dengan konsep yang sama, yakni penempatan kamera terpisah dengan modul khusus di balik tubuhnya.

Teknologi lain yang membuat Honor Magic 2 semakin gahar adalah hadirnya pengisian supercepat 40W atau fitur SuperCharge 2.0. Spekulasi yang beredar menyebut bahwa baterai smartphone Honor Magic 2 mengandung graphene yang memungkinkan baterai berfungsi dengan baik pada suhu tinggi. Selain itu juga diklaim mampu meningkatkan masa pakai baterai hingga 100 persen dibanding baterai Li-ion.

Untuk diketahui, graphene sendiri merupakan material paling luar biasa di dunia. Graphene memiliki rupa seperti lembaran berbentuk sarang lebah mirip karbon murni dengan satu atom tunggal. Material ini juga merupakan konduktor yang sangat baik terhadap panas dan arus listrik besar. Graphene juga memiliki bentuk fleksibel, transparan, dan kedap air.

Menariknya lagi, material graphene tidak hanya hadir pada sektor baterai Honor Magic 2 saja. Sebab banyak pihak meyakini bahwa Honor Magic 2 akan dilengkapi pula dengan pipa pendingin bermaterial graphene untuk fungsi maksimal. Material heat-pipe-nya bukan tembaga atau serat karbon seperti yang terlihat di beberapa ponsel lainnya.

Menyoal spesifikasi, selain yang JawaPos.com singgung di atas, yang membuat Honor Magic 2 layak ditunggu adalah penempatan sensor sidik jari di layar. Meskipun bukan teknologi baru karena sudah ada di Vivo V11 Pro, in screen fingerprint memang sangat memudahkan penggunanya dalam akses keamanan perangkat.

Sementara soal Kirin 980, Honor Magic 2 akan berada selevel dengan saudaranya dari Huawei yakni Mate 20 series. Dengan chipset prosesor terbaru Huawei, Kirin 980 yang berbasis proses fabrikasi 7 nm. Layar AMOLED kabarnya juga akan hadir pada perangkat ini.

Rumor yang beredar menyebut bahwa perangkat ini akan dipasarkan dengan harga sekitar USD 600 atau setara dengan Rp 9,1 jutaan. Hadirnya Honor Magic 2 juga akan membuat Honor mengalami lompatan dari produsen smartphone menengah ke bawah menjadi pemain flagship juga. Tertarik menunggu Honor Magic 2? Nantikan kabar selanjutnya di kanal Tekno JawaPos.com.

(ryn/JPC)